Curahan hati seorang anak.

Adakala ketika anak ingin melakukan sesuatu yang baik, ia akan memikirnya berulang kali. Takut itu di nilai modus oleh orang tuanya sendiri. Orang tua kadang menganggap anaknya ingin meminta sesuatu sehingga berperilaku baik. Tetapi ketika anak tidak mengerjakan apapun di anggap sebagai orang pemalas. Padahal dari lubuk hati sangat ingin membantu orang tua. Di sisi lain orang tua sering berkata yang tidak sopan, jelaslah seorang anak tidak akan membalasnya karena akan dianggap sebagai anak durhaka. Tapi mengapa orang tua boleh melakukannya ? Apakah kita sebagai anak tetap diam ? Atau sekedar mendengarkan tanpa perduli apa yg orang tua katakan ? Apa sebenarnya orang tua inginkan ? Apakah mereka menginginkan anak yang tidak pernah berbuat kesalahan ? Sedangkan setiap manusia pasti pernah berbuat salah. Tidak sadarkah mereka juga menyakiti jiwa anak ?

Pertanyaan itu terus muncul, entah siapa yang bisa menjawabnya. Saya sebagai seorang anak hanya bisa menyampaikan kepada Tuhan agar kelak saya menjadi orang tua yang mampu memahami tanpa harus menyalahkan.

Inti Ceramah Tarwih malam-11

Masjid Quba Layang, Makassar.

Berikut ini adalah beberapa dampak negatif dari media sosial :

1. Semakin  marak  nya  penipuan,  pencemaran  nama  baik/penghinaan
2. Melemahkan dan menurunkan sensitifitas
3. Membuat waktu terbuang dengan sia-sia.
4. Mengganggu konsentrasi belajar

Etika Dalam Media Sosial

Etika dalam media social adalah etika yang harus dipatuhi saat menggunakan media sosial guna menghindari dampak negatif dari penggunaan media sosial, seperti :

  • Batasi membagi informasi seputar kehidupan pribadi. Terlebih yang sangat pirbadi dan sensitif.
  • Tidak menuliskan kata dan angan men-upload gambar yang berunnsur pornografiyang mengandung unsur SARA
  • Jangan mem-posting sesuatu yang dapat menyinggung perasaan orang lain dengan sengaja
  • Penggunaan kata yang baik dan tidak melecehkan
  • jangan ikut campur urusan orang lain yang tidak berhubungan denganmu.
  • Bijak dalam mencantumkan personal information.

Inti Ceramah Tarwih malam-10

Masjid Quba Layang, Makassar.

Allah berjanji akan memberikan kehidupan yang baik secara terus menerus selama hidup didunia sampai datang ajal kelak dan memberikan berbagai kelebihan dan keistimewaan kepada mereka yang selalu istighfar mohon ampun padaNya.

Beberapa pengalaman orang yang beristighfar bisa kita ikuti pada beberapa kisah berikut ini :

Dikisahkan dalam kitab Shifatus Shafwah karangan Ibnul Jauzi, bahwa suatu hari Imam Ahmad Bin Hanbal melakukan perjalanan jauh dan kemalaman, hingga sempat kebingungan untuk mencari tempat bermalam. Kemudian ia meminta izin kepada pengurus masjid setempat untuk memperbolehkannya istirahat di masjid barang satu malam.

Sayang sekali, kendati ketenaran Imam Ahmad sudah sampai di seluruh pelosok negeri, dan di wilayah tersebut sudah banyak ajaran dan pengikut mazhabnya namun tak banyak orang yang tahu bagaimana sosok dan rupa sang Imam, karena keterbatasan informasi dan teknologi.

Karena itulah, pengurus masjid tak memperbolehkannya menginap di masjid setempat. Sang Imam besar pun sempat luntang-lantung malam itu, hingga akhirnya seorang pengusaha roti bersedia menerima ia di rumahnya.

Ketika sampai di rumah si tukang roti, Imam Ahmad terus memperhatikan amalan yang diwiridkan terus oleh sang tuan rumah. Menurutnya, amalan tersebut sederhana namun istimewa. Sang tuan rumah senantiasa beristighfar dalam setiap aktivitas yang ia lakukan. Lidahnya selalu saja basah dengan zikir dan meminta ampunan Alloh.

“Wahai Tuan, apa fadhilah yang Tuan dapatkan dari amalan selalu beristighfar tersebut?” tanya Imam Ahmad penasaran. Tuan rumah pun tersenyum dan menjawab, “Fadhilahnya, setiap doa yang saya panjatkan kepada Alloh, pasti selalu dikabulkan-Nya,” jawab si tuan rumah. Imam Ahmad sangat salut kepadanya.

“Tapi, ada satu doa saya yang hingga saat ini belum dikabulkan Alloh,” sambung sang tuan rumah. Imam Ahmad pun kembali penasaran. “Doa apakah itu, Tuan?” tanyanya. “Dari dahulu, saya berdoa kepada Alloh agar saya dipertemukan dengan Imam mazhab saya, yakni Imam Ahmad bin Hanbal. Namun hingga saat ini, saya belum juga dipertemukan dengannya,” kata tuan rumah.

Mendengar itu, Imam Ahmad langsung kaget. Inilah rupanya yang memaksa seorang Imam besar luntang-lantung tengah malam. Ini juga alasannya, mengapa Imam Ahmad diusir dari masjid dan dipaksa berjalan tengah malam hingga akhirnya sampai dipertemukan dengan si tukang roti itu. Semuanya sama sekali bukan suatu kebetulan, melainkan skenario Allah SWT untuk menjawab doa si tukang roti. Demikian dahsyatnya kekuatan istighfar, sehingga membuat Allah SWT enggan untuk menolak doa yang dipanjatkan kepada-Nya. Seorang Imam yang berkelana dari negri ke negri, Allah tuntun langkahnya agar sampai di negri si tukang roti. Kemudian Allah buat suatu keadaan, hingga keduanya dipertemukan. Tak ada yang mustahil bagi Allah, jika Dia berkehendak. Hati manusia ibarat sebuah gelas. Fungsinya sebagai wadah bagi air minum. Namun, jika gelas itu kotor, air minum apa yang akan mau mengisinya? Gelas-gelas kotor dibiarkan begitu saja, tak ada yang mau memakainya sebelum gelas tersebut dibersihkan. Demikian juga dengan hati manusia. Jika hati manusia tersebut kotor, hidayah mana yang akan mau mengisinya? Sesuatu yang suci tentu membutuhkan wadah yang suci dan bersih pula. Pantas saja, hidayah Allah tidak mau turun, berkah Allah tidak datang, rahmat dan kasih sayang-Nya tidak diberikan, dan doa tidak di-istijabah (dikabulkan).

Inti Ceramah Tarwih malam-8

Masjid Quba Layang, Makassar.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)

Nikmat yang Allah berikan ialah keberkahan yang terbagi jadi dua aspek. Pertama aspek lahiriyah. Aspek ini meliputi keberkahan harta dan materi. Aspek kedua meliputi kualitas. Aspek inilah yang sering diabaikan. Seperti :

  • Keberkahan makanan

Banyak masyarakat sekadar makan tanpa memperhatikan makanan tersebut apakah halal dan thoyyiban dan makan secara berlebihan.

  • Keberkahan pernikahan

Ketika menghadiri acara pernikahan, terkadang kita lupa mendoakan kedua mempelai.


Inti Ceramah Tarwih malam-7

Masjid Quba Layang, Makassar.

Al-Quran merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan kepada manusia. Tujuan utama diturunkannya al-Quran adalah sebagai kitab petunjuk yang meliputi bidang akidah, syariah dan akhlak. Akan tetapi di luar ketiga petunjuk tersebut, al-Quran telah memberikan motivasi dan inspirasi kepada umat Islam dalam berbagai bidang kehidupan sehingga melahirkan jenis budaya tertentu.

             Al-Quran adalah satu-satunya wahyu Allah yang masih ada hingga sekarang. Ia merupakan kitab suci yang tidak pernah tercampur dengan kebatilan dari mana pun dan tidak ada sesuatu pun yang diragukan dari padanya (QS. Al-Baqarah (2):2). Keadaan Al-Quran, sejak diturunkan pada lima belas abad yang silam sampai saat ini, tidak ada pengurangan atau penambahan sedikit pun terhadapnya. Semua ini merupakan jaminan dan penjagaan atasnya yang telah dijanjikan dan diberikan oleh Allah SWT (QS. Al-Hijr (15):9).

Oleh karena itu, sebagai umat yang dipilih Allah untuk menerima kitab yang mulia ini, sudah seharusnya apabila umat Islam menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup dan mengaktualisasikan dirinya secara aktif dan kreatif. Umat Islam tidak semestinya memperlakukan Al-Quran sebagai sungai yang kekeringan atau padang pasir yang tandus lagi gersang. Janganlah umat Islam berperilaku pasif seperti pengaduan Nabi kepada Allah: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Quran ini sesuatu yang tidak diacuhkan”(QS. Al-Furqan (25):30).

Semoga kita akrab dengan Al Qur’an, menjadikan Al Qur’an teman sejati. Aamiin.

Inti Ceramah Tarwih malam-6

Masjid Quba Layang, Makassar.

Rasulullah saw. bersabda, “Ketika aku menaiki tangga pertama, Jibril muncul di hadapanku dan berkata, “Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan yang penuh berkah, tetapi tidak memperoleh keampunan.”

Maka aku berkata, “Amin”

Ketika aku menaiki tangga yang kedua, Jibril berkata, “Celakalah orang yang apabila namamu disebutkan, dia tidak bersalawat ke atasmu.” Aku pun berkata, “Amin.”

Ketika aku melangkah ke tangga ketiga, Jibril berkata, “Celakalah orang yang mendapati ibu bapaknya yang telah tua, atau salah satu dari keduanya, tetapi keduanya tidak menyebabkan orang itu masuk surga.”

Aku pun berkata, “Amin.” (HR. Al-Hakim).

Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat diamalkan dengan sebaik mungkin. Aamiin

Inti Ceramah Tarwih malam-5

Masjid Quba Layang, Makassar.

Allah Ta’ala berfirman

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).

Ayat di atas jelas menyebutkan tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah, hanya menyembah Allah semata. Ayat ini mengisyaratkan pentingnya tauhid, karena tauhid adalah bentuk ibadah yang paling agung, mengesakan Allah dalam ibadah.

Ayat ini juga mengisyaratkan pentingnya beramal, setelah tujuan pertama manusia diciptakan adalah agar berilmu. Maka buah dari ilmu adalah beramal. Tidaklah ilmu dicari dan dipelajari kecuali untuk diamalkan. Sebagaimana pohon, tidaklah ditanam kecuali untuk mendapatkan buahnya. Karena ilmu adalah buah dari amal.

Semoga tulisan bermanfaat bagi para pembaca. Aamiin

Inti Ceramah Tarwih malam-4

Masjid Quba Layang, Makassar.

Pada malam keempat , bapak Dr.H Syamsu Rizal MI, S.Sos, M.Si selaku wakil walikota Makassar mengunjungi Masjid Quba Layang bertujuan menyampaikan pidato kepada para jamaah.

Beliau menyampaikan untuk bekerja sesuai dengan bidangnya. Setiap masyarakat memiliki peranan penting untuk menciptakan Makassar maju. Masyarakat tidak perlu minder untuk menjaga keutuhan bangsa dan bernegara.

Selain itu beliau juga menyampaikan program “Jagai Anakta'”. Program ini dimaksudkan agar orang tua memberi pendidikan yang baik serta menjaga anak-anak dari pengaruh buruk. 

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi kita semua. Aamiin.

Inti Ceramah Tarwih malam-3

Masjid Quba Layang, Makassar.

Nabi SAW bersabda : “Puasa dan al-Quran akan memberi syafaat kepada seseorang hamba pada hari kiamat.” (Hadis riwayat Imam Ahmad) 

Ramai diantara kita yang puasanya hanya sia-sia yaitu menahan diri dari lapar dan minum tetapi perkara yang membatalkan puasa dan memakruhkannya tidak dihindarkan.

Setiap ibadah yang dilakukan secara ikhlas serta mengikuti adab-adabnya, insya Allah akan membawa keberkahan. Terkadang keberkahan dihalangi oleh dosa terutama dosa kepada orang tua dan sesama.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca. Aamiin.